
what do you think 'bout that pict..?
kurang lebih ada yang menjawab begini :
- kalo pengan lancar naik sepeda butuh proses.!
- jangan patah semangat 'tuk menggapai sesuatu, dan laa la la., tentu ada banyaaaak sekali penafsiran dari teman2 semua.
Kata orang-orang dahuluuu..... banget.! hidup tu bagaikan roda yang terus berputar. Ih tapi ga ada kaitannya dg gambar tadi ding. kalaupun ada mungkin dikiit banget. Hee yasudahlah. lanjuuut..
Katakanlah orang yang ada di gambar tadi bernama Jono. Jangan nanya kenapa harus Jono okay. Jono ingin sekali ke suatu puncak. Konon, pemandangan di sana amaaaat indah.
Dan ia memilih sepeda sebagai sarana untuk sampai ke puncak tersebut. Pada awal perjalanannya yakni ketika masih di kaki gunung, kayuhannya masih terasa bisa saja. Namun semakin ke atas.. semakin mendekati puncak, tingkat kemiringan medan yang ia lalui semakin curam.
Tentu hal ini membuat tubuhnya butuh ekstra tenaga. kayuhannya terasa lebih berat.
Ada tiga pilihan saat itu.
1. Jono dan sepedanya berhenti untuk istirahat sejenak.
2. Jono terus mendekatkan dirinya dengan tujuannya tersebut.
3. Putar balik. Se-enggak-nya sudah mencoba. Apa daya? capeknya bukan main.
Seandainya kita adalah Jono, opsi mana yang akan kita pilih?
Lihatlah.! Melelahkan memang. Apalagi dengan medan yang makin curam. Namun Jono dengan penuh optimisme terus memastikan dirinya akan sampai ke sana.
Ketika ia mulai lelah dan berhenti mengayuh.. sudah tentu ia akan jatuh.! Betul..?? Lha wong ga seimbang. Ya kan?
Tanpa harus jatuh, Jonopun tetap bisa semakin dekat dengan puncak yang ia tuju. Meski dengan menuntun sepedanya. Apa salahnya..?? Yang penting resiko minimal, manfaat maksimal.
untuk sampai pada tujuan, kita dituntut untuk terus berani bergerak. Berani bergerak mendekati tujuan.
Monggo kalo ada pendapat lain,, hehee kolom "comment" memang disediakan speciall buat sahabat semua yang mengunjungi blog ini.
Salam JUARA.!
Deasy larasandi
Aslm. Kenapa harus make sepeda. bukannay bisa berjalan kaki saja untuk ke puncak dengan jalan yang bertebing. membawa sepeda menambah beban saja. parkir saja di bawah sepedanya. he he he.
BalasHapussemakin tinggi ke atas semakin luas yang bisa dilihat. tapi kalau jatuh pastinya makin sakit. bukan begitu?
wa'alaykumussalam wr wb,
BalasHapuskenapa harus make sepeda.? ya karena : "ia memilih sepeda sebagai sarana untuk sampai ke puncak tersebut"
Berjalan kaki, naik sepeda, heli de el el.. itu semua SARANA yang bisa dipilih 'tuk sampai ke puncak. SARANA , kak. Terserah Jono dong mau pilih apa. Lain lagi kalo kak ardi yg jadi pelakunya, kk punya hak 'tuk memilih sarananya apa.
kalimat kk yg terakhir ada benarnya. Semua pilihan mesti ada konsekuensinya. salah satu hal yang membedakan seseorang dg yang lainnya adalah "jiwa pemenang".
seorang pemenang akan dengan penuh gairah mencapai puncak. Di sana ada sejuta kenikmatan yang jarang orang lain temui. ia dengan lihai meminimalisir resiko dengan tetap melesat jauh. sedangkan pengecut hanya akan berdiam diri di bawah sana. karena ia terlalu cepat puas dengan pemandangan di bawah sana. ia takut kalau-kalau dalam perjalanan ke puncak ia akan tergelincir. sakit. padahal itu belum tentu terjadi.