Minggu, Juli 19, 2009

MOS. Perlukah? (Part 2)

3. Omset pedagang meningkat. Pada umumnya untuk dapat mengikuti mos, para peserta diwajibkan untuk menggunakan atribut tertentu (biasanya aneh2. dah kayak manusia planet). Nah event seperti inilah yang biasanya membuat pasar atau tempat-tempat perbelanjaan semakin ramai pembeli. Bayangkan saja di Timika misalnya, terdapat kurang lebih 7 SMA/SMK yang mengadakan MOS pada saat itu. Tiap sekolah kira-kira menerima 200 siswa. Tinggal kalulasikan saja tuh. Hasilnya? Hm.. . betapa hal ini ternyata juga sekalian membantu orang lain.

4. Kenangan. Dibentak-bentak, dihukum, dikerjain dll itulah gambaran umum kegiatan MOS di sekitar kita. walau rasanya jantung seakan mau copot, ternyata di situlah sensasinya. Setelah melewati masa-masa tersebut, tak heran kadang kita dibuat tertawa sendiri. Senyam-senyum saat melihat foto-foto selama MOS dan masih banyak lagi hal yang tak terlupakan. Kelak ketika kita sudah tidak lagi bersatatus sebagai anak sekolahan, MOS akan turut andil dalam rangkaian cerita tak terlupakan. Coba aja..,

Kerugian :

Oke.. . tak ada gading yang tak retak. Demikian juga dengan kegiatan MOS yang telah aku beberkan beberapa nilai plusnya. Mengenai kelemahan dari MOS itu sendiri biasanya erat kaitannya dengan bullying. Alias penindasan. Masih ada beberapa oknum yang menganggap bahwa MOS adalah ajang tuk membalas dendam.

Jadi.. . mengingat masa orientasi memiliki banyak keunggulan (walau tak sempat disebutkan semua), kenapa kita harus mengotori maknanya dengan penindasan-penindasan..??!!

Start from now, SAY NO TO BULLYING..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar